Pascabanjir, DLH Angkut 11 Ribu Ton Sampah ke TPA Sumur Batu

Struktur Organisasi

Dalam seminggu terakhir, masyarakat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah bekerja keras untuk memulihkan kondisi lingkungan setelah banjir.

Lebih dari 11 ribu ton sampah telah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumur Batu di Kota Bekasi, yang berasal dari delapan wilayah kecamatan yang berbeda.

Selama beberapa hari terakhir, banyak sampah yang terlihat menumpuk di pemukiman warga dan bahkan di pinggir jalan. Kondisi ini terjadi setelah banjir melanda daerah tersebut.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yudianto, penanganan sampah pasca banjir sudah selesai secara keseluruhan. Tim telah mengumpulkan sampah hingga pukul 22.00 WIB dan dibawa ke tempat pemrosesan akhir.

“Menurutnya, DLH telah membuang sekitar 11.554 ton sampah ke TPA Sumur Batu Kota Bekasi dengan total 785 kali perjalanan.”

Berdasarkan perkataannya, ada beberapa masalah yang masih harus diselesaikan dalam permukiman warga saat ini, seperti lumpur bekas banjir. Salah satunya adalah di wilayah Pondok Gede Permai (PGP) Jatiasih.

Dalam upaya pemulihan kondisi lingkungan setelah banjir, beberapa OPD bekerja sama untuk menangani berbagai masalah yang timbul. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah membersihkan lumpur sisa banjir yang dipimpin oleh DBMSDA Kota Bekasi. Meskipun saat ini sedang ditangani oleh DBMSDA, DLH tetap memberikan bantuan dalam penyelesaian masalah tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Bekasi, semua daerah yang sebelumnya terkena banjir sudah bebas dari genangan air.

Banyak warga yang mengungsi akibat bencana telah kembali ke rumah mereka, tetapi masih ada 33 orang yang bertahan di Gedung BNPB Jatiasih.

“Kami sangat bersyukur bahwa situasi telah kembali normal. Saat ini, kami berfokus untuk membersihkan sisa-sisa banjir dan memberikan bantuan yang dibutuhkan kepada warga di seluruh wilayah,” ungkap Priadi Santoso, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bekasi.